02 Oktober 2015

Cinta Ku untuk Kekasih Halal Ku

Hay.. hay.. hay semuanya.. apa kabar?

Wah, .... 

Tatkala dua hati bertaut rindu pun bersambut
sungguh hati berbunga bak di taman surga...
Namun manakala romantika itu tak bermuara pada
dermaga bahagia, izinkan diri sejenak menyentuh
jiwa yang gundah gulana...
Duhai jiwa... seberapapun pengorbanan, kesetiaan
dan keteguhan engkau pertahankan, andai dia tak
ditaqdirkan untuk menemani sepanjang perjalanan
kehidupan niscaya tak kan pernah bisa disatukan...
Bukan karena Allah tak sayang, bukan karena Allah
tak cinta, namun karena memang bukan dia yang
dipilihkan untuk menjadi cinta sejati kita..yakinkan
dalam diri bahwa Allah lebih tahu apa yang terbaik
buat hamba-Nya...
Wahai hati yang sakit tiada terperi...
Sejenak bolehlah diri bertanya, bukankah dulu
pernah merasakan kebahagiaan?
Mengapa tatkala berada di persimpangan jalan
harus bermusuhan dan memutus tali persaudaraan?
Bukankah masih ada yang lebih indah daripada
itu..bukankah menciptakan persaudaraan itu lebih
indah dari pada perseteruan?
Tegarkan, ikhlaskan dan kuatkan diri walau untuk
itu harus berjuang sepenuh hati...
Lembutkan hati, buka mata dan hati sanubari,
tengoklah kanan kiri betapa di sana masih ada
sebuah hati yang tulus murni menerima segala
kelebihan dan kekurangan diri...
Yang hadirnya terkadang kita abaikan, kasih
sayangnya kita lupakan...
Siapakah mereka?
Orang tua, saudara dan semoga calon kekasih halal
kita yang dengan lembut menghapus air mata duka
berganti bahagia..
Ikhlaskan setiap episode kehidupan yang menyapa,
karena dengannya mendidik kita untuk bersikap
dewasa...
Semoga dengan kelembutan hati kita menerima
dengan ikhlas atas apapun ketentuan-Nya, Allah
pun menyapa kehidupan kita dengan kelembutan-
Nya pula... Dan persiapkan diri untuk menyambut
hadiah yang terindah yang terkadang tiada kita
duga.


sumber: 
Umi Pipik Dian Irawati

0 komentar:

Poskan Komentar